Kain kotak-kotak pink-ungu-hitam itu terlipat rapi di dalam lemari. Ia menunggu untuk disentuh, diukur, digunting, dan disatukan. Kancing, benang, jarum, dan meteran itu juga tak mampu menahan diri untuk tampil. Akan tetapi, si pemilik tak punya daya untuk menengoknya. Kesempatan itu kini begitu sulit, Kawan! Ia hanya bisa berharap waktu bisa lebih bersahabat.